Selasa, 11 Agustus 2015

Grosir Daster Batik Qonita Batik di Pekalongan

Hubungi 0812 8110 6669 Batik Nulaba. Grosir Daster Batik Qonita Batik di Pekalongan.Toko baju batik yang unik dengan harga yang tidak menguras kantong.Mau?


Grosir Daster Batik Qonita Batik di Pekalongan


 Grosir Daster Batik Qonita Batik di Pekalongan.


Indonesia memiliki banyak ragam kain tradisional lain, tenun ikat misalnya. Tenun ikat ini berkembang lebih luas daripada batik di wilayah nusantara. Dari barat ke timur suku-suku bangsa memiliki teknik tenun ikat dengan motif masing-masing, sesuai ciri khas lokalnya. Dibanding dengan batik yang dulu hanya berkembang di daerah Jawa, tenun ikat berkembang menyebar hampir di seluruh wilayah nusantara.


Selain tenun ikat, dari ranah Sumatera kita bisa menyebut Songket atau Ulos sebagai kain khas. Orang-orang Melayu dan Minangkabau akan menyebut songket sebagai kain khas, sementara orang-orang Batak menggunakan ulos sebagai kain kebesaran mereka.


Orang-orang Papua pun tidak mengenakan batik, mereka mengenakan rumbai-rumbai sebagai penutup tubuh, beberapa mengembangkan kain ikat versi mereka yang berkembang sejak abad ke 17 seperti Suku Maybrat di Papua Barat yang mengembangkan kain ikat dengan pengaruh dari motif Timor. Pengaruh ini katanya muncul dari para orang-orang yang datang dari Pulau Timor.


Arsip sejarah berbicara, pada arsip foto lama tidak akan tampak orang-orang Papua mengenakan batik, karena memang batik bukanlah kain khas Papua, mereka akan berkoteka atau mengenakan rok rumbai. Demikian halnya orang-orang dari Flores dan Timor akan mengenakan kain ikat, atau orang-orang Minang dengan songket mereka. Hanya orang-orang Jawa-lah yang mengenakan batik.


Era batik memang berkembang pesat setelah kemerdekaan Indonesia dan kemudian semakin berkembang di era Orde Baru, penggunannya kemudian menyebar dan meluas. Memang tak perlu dipungkiri bahwa batiklah yang begitu kuat pengaruhnya sebagai kain yang mencirikan Indonesia.


Di era 60-80-an banyak saudagar-saudagar batik yang berjaya. Batik dibuat dalam skala besar, muncul koperasi-koperasi batik dan sentra-sentra batik berkembang pesat. Sayang tahun 90-an batik sedikit surup, pertama karena munculnya teknologi printing, yang menghasilkan motif batik lebih murah dibandingkan batik tulis. Penyebab kedua adalah mulai masuknya kain impor, kebanyakan dari Tiongkok yang sedikit banyak menggerus posisi batik di pasaran.


Tapi apapun itu, batik sudah mendapat tempat di masyarakat dan menjadi identitas bangsa, batik seolah sudah mengakar dan mulai dikenal luas. Hal seperti inilah yang membuat batik yang sesungguhnya mendapat banyak pengaruh budaya dari luar justru menjadi representasi budaya Indonesia di mata dunia.



Grosir Daster Batik Qonita Batik di Pekalongan

#DiPekalongan, #GrosirDasterBatik, #QonitaBatik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar