Sabtu, 04 April 2015

Cara Membuat Batik Sasirangan

Cara Membuat Batik Sasirangan – Cara Membuat Batik Sasirangan

Jenis bahan sasirangan sendiri pun bermacam-macam, mulai dari sutra ATBM (alat tenun bukan mesin), sutra serat nenas, sutra grand/super/organdi/chiffon, prima, katun Jepang, satin dan dorbi. Harganya cukup bervariasi tergantung jenis bahan dan motif yang anda pilih. Untuk jenis sutra, semakin sulit pembuatan corak/motif atau yang disebut motif berpola, maka harganya pun semakin mahal.

Kembali ke asal sasirangan, mungkin anda sering mendengar kain jumputan Palembang. Kata jumputan itu pun berasal dari kata jumput yang artinya diikat, kemudian mendapat akhiran maka dikenallah dengan sebutan kain jumputan.

Kalau anda perhatikan antara kain Sasirangan dan kain Jumputan, kelihatan ada sedikit persamaan, dari segi warna maupun motif. Bahan baku kain dan bahan pewarna yang digunakan oleh pengrajin jumputan, sebagian juga ada yang digunakan oleh pengrajin sasirangan. Perbedaannya mungkin terletak pada proses pembuatannya, kalau kain jumputan mereka menggunakan tali rapia yang sudah dikecilkan untuk mengikat motif dan merajut, sedangkan kain sasirangan itu lebih dominan menggunakan benang untuk menyirang atau merajut sehingga ketika proses akhir selesai, benang yang melekat pada kain itulah yang dinamakan sasirangan.

Untuk mendapatkan motif sasirangan yang bagus diperlukan ketelitian pengrajin bagian sirang atau merajut, jika penusukan jarum yang mengikuti pola motif yang ada pada lembaran kain itu jaraknya tidak terlalu jauh dan juga menarik ikatan benangnya pada masing-masing motif itu kuat, istilah bahasa banjarnya pisit maka hasilnya akan jauh lebih baik dan motif sasirangan terlihat jelas.

Untuk membuat warna yang dikehendaki, maka zat warna naphtol harus ditimbulkan/dipeksasi dengan garamnya. Untuk melarutkan garamnya, diambil sesuai dengan keperluan kemudian ditambahkan air panas sedikit demi sedikit sambil diaduk-aduk kuat-kuat sehingga zat melarut semua dan didapatkan larutan yang bening. Banyaknya larutan disesuaikan dengan keperluan. Kedua larutan yaitu naphtol dan garam sudah dapat dipergunakan untuk mewarnai kain sasirangan, yaitu dengan cara pertama-tama mengoleskan/menyapukan zat warna naphtol pada kain yang telah disirang yang kemudian disapukan lagi/dioleskan larutan garamnya sehingga akan timbul warna pada kain sasirangan yang sudah diolesi sesuai dengan warna yang diinginkan. Setelah seluruh kain diberi warna, kain dicuci bersih-bersih sampai air cucian tidak berwarna lagi.

Kain yang sudah bersih, kemudian dilepaskan jahitannya sehingga terlihat motif-motif bekas jahitan diantara warna-warna yang ada pada kain tersebut. Sampai disini proses pembuatan kain sasirangan telah selesai dan dijemur salanjutnya diseterika dan siap untuk dipasarkan.


Cara Membuat Batik Sasirangan



Cara Membuat Batik Sasirangan

#Batik, #Cara, #Membuat, #Sasirangan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar