Cara Membuat Alat Batik Cap – Cara Membuat Alat Batik Cap
Membatik memang membutuhkan ketrampilan, ketelitian, dan ketelitan agar hasil batik bisa maksimal. Ketiga hal tersebut harus dimiliki oleh para seniman sehingga karya batik yang dihasilkan akan bagus. Meskipun cara pembuatan batik tersebut ada beberapa cara seperti batik tulis, batik cap, dan juga batik printing, tapi pada dasarnya semua proses pembuatan batik tetap membutuhkan ketrampilan, ketelitian, serta ketelatenan. Dari proses pembuatan batik yang berbeda, maka alat pembuat batik yang dibutuhkan pastinya juga akan berbeda. Dalam artikel ini akan dibahas berbagai alat untuk pembuat batik berdasarkan proses pembuatannya.
Pada dasarnya alat dan bahan membatik cap dengan membatik tulis hampir sama. Perbedaannya hanya pada alat cantingnya dan wajan. Kalau dalam batik cap digunakan canting yang cara kerjanya mirip dengan stempel. Wajan yang digunakan pada batik cap mempunyai bentuk pipih dan datar, tidak seperti wajan pada batik tulis yang mempunyai bentuk cekung dan bundar.
Kompor termasuk alat utama dalam proses membatik dengan canting cap maupun tulis. Kompor berfungsi untuk mencairkan atau melelehkan lilin (malam). Selanjutnya pada wajan yang digunakan untuk membatik cap diletakkan kain goni di atas permukaannya, tujuannya agar cairan lilin malam dapat menempel secara merata pada penampang canting cap.
Meja cap yang digunakan dalam membuat batik cap terbuat dari kayu, yang pada bagian permukaan meja dilapisi dengan busa (spoon) yang sudah dilapisi dengan plastik perlak untuk mengoptimalkan hasil cap-capan dan sekaligus menghindari agar malam tidak lengket pada meja maka busa (spoon) harus dalam keadaan basah.
Berikut adalah proses pembuatan batik cap:
1. Kain mori diletakkan di atas meja dengan alas dibawahnya menggunakan bahan yang empuk.
2. Malam direbus hingga suhu 60 70 derajat Celsius.
3. Cap dicelupkan ke malam yang telah mencair tadi tetapi hanya 2cm saja dari bagian bawah cap.
4. Kemudian kain mori di cap dengan tekanan yang cukup supaya rapih. Pada proses ini, cairan malam akan meresap ke dalam pori-pori kain mori.
5. Selanjutnya adalah proses pewarnaan dengan cara mencelupkan kain mori yang sudah di cap tadi ke dalam tangki yang berisi cairan pewarna.
6. Kain mori direbus supaya cairan malam yang menempel hilang dari kain.
7. Proses pengecapan>pewarnaan>penggodogan diulangi kembali jika ingin diberikan kombinasi beberapa warna.
8. Setelah itu, proses pembersihan dan pencerahan warna dengan menggunakan soda.
9. Penjemuran kemudian disetrika supaya rapih.
Proses pembuatan batik cap ini lebih cepat dibandingkan dengan proses pembuatan batik tulis karena pembuatan motifnya dengan menggunakan cap (stempel) yang lebar. Bandingkan dengan
Cara Membuat Alat Batik Cap
#Alat, #Batik, #Cap, #Cara, #Membuat

Tidak ada komentar:
Posting Komentar